Kurangin Scroll, Banyakin Ngobrol

Dok. Warga Digital

Sebuah ungkapan sederhana, namun dapat menjadi bahan refleksi bagi kita semua dimana kebanyakan kita mencari atensi orang lain hanya dari sebuah tombol like. Tak sedikit juga ini bahkan menjadi tolok ukur kebahagiaan jika like dan atensinya dirasa positif, akan tetapi jika sebaliknya, tak sedikit dari kita merasa cemas, atau jadi tidak percaya diri, parahnya ada yang hingga depresi.

Sekarang coba bersama kita refleksikan ungkapan tersebut, hari ini kita selalu dihadapkan dengan gawai atau smartphone mulai dari bangun pagi hingga menjelang tidur. Coba perhatikan, mulai dari alarm berdering melalui smartphone, tak jarang sebelum beranjak dari kasur malah kita membuka timeline, atau scrolling tiktok, kemudian bersiap mengawali hari, berdalih dengan “update berita hari ini dulu” melalui smartphone. Selanjutnya hampir semua kegiatan pekerjaan tak pernah jauh dari Whatsapp, Telegram dan segala macam aplikasi chating.

Lanjut jam istirahat, makan siang, pun belum lepas dari smartphone, entah sekedar order makanan sambil nonton video, atau update kesibukan hari ini, begitu terus hingga sore dan menjelang pulang. Ini pun kadang tak cukup rasanya kita sudah seharian dengan smartphone.

Pernahkah kamu mencoba untuk membuat detail aktifitasmu bersama smartphone ?, atau pernahkah sekali – kali kamu merasa muak beraktifitas dengan smartphone ?.

Gawai / Smartphone banyak memiliki kelebihan apalagi sekarang zaman sudah berkembang, semua serba digital, bahkan sesederhana melihat kalender pun sudah ada di gadget kita. Tapi, selain memiliki manfaat yang sangat banyak, kita juga perlu tahu bahwa ada kekurangan atau dampak yang bahkan bisa merugikan diri kita sendiri.

Menurut psikolog Dra. Kasandra Putranto, walau banyak memberikan dampak positif, akan tetapi kehadiran gadget tersebut juga memiliki dampak negatif lainnya. Ditambah dengan kehadiran beragam media sosial, hal ini membuat segelintir orang lebih nyaman berinteraksi di situ ketimbang bertatap muka secara langsung.

“Kehadiran gadget membuat orang sering lupa dengan manfaat dari berinteraksi sosial secara langsung. Melalui sebuah dekapan, kehangatan, dan cinta yang tidak dapat disampaikan dengan sejuta pesan apa pun. Sayangnya, budaya interaksi sosial secara langsung ini pun kian menurun,” ungkap Kasandra.

Mari kembali menyapa melalui ekspresi dan senyuman secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Hubungi Admin